Kamis, 09 April 2015
Kamis, 08 Mei 2014
WISATA CIWIDEY BANDUNG -- SITU PATENGGANG & BATU CINTA
Situ Patenggang
Danau Patenggang atau juga dikenal dengan nama Situ Patenggang (situ berarti danau dalam Bahasa Sunda) berada di dataran tinggi dengan ketinggian sekitar 1600 meter dari permukaan laut dan berada di kaki Gunung Patuha. Karena posisinya yang tinggi, Anda akan merasakan udara yang dingin dan segar saat mengunjungi danau ini.
Lokasinya sekitar 2 jam perjalanan dari kota Bandung, Jawa Barat. Tepatnya di bagian selatan kota Bandung di Ciwidey. Untuk mengunjungi tempat ini, Anda bisa keluar dari pintu tol Kopo atau Buah Batu lalu menuju ke arah selatan Bandung. Beberapa petunjuk jalan menuju Ciwidey atau Kawah Putih bisa Anda ikuti untuk menuju tempat ini.
Dalam perjalanan menuju Situ Patenggang, nuansa hijau alami akan menjadi pemandangan yang menyejukkan mata. Pohon-pohon rindang dan hamparan kebun teh dengan daunnya yang rapat membuat warna hijau menjadi semakin dominan.di sepanjang jalan menuju danau. Jalanan berkelok harus dilalui untuk mencapai tujuan, tetapi akan terasa menyegarkan karena nuansa pegunungan yang hijau dan udara bersih khas pegunungan akan menyertai perjalanan Anda. Selain itu, perkebunan strawberry yang ada di sepanjang perjalanan dapat pula menambah daya tarik daerah wisata ini.
Berkeliling Situ Patenggang
Sesampainya di Situ Patenggang yang berada di balik hamparan kebun teh, danau luas dan berair tenang akan menyambut Anda. Pegunungan menjulang mengelilingi Situ Patengan.
Di tepi danau, perahu-perahu dengan warna-warna yang terang siap mengantarkan Anda dan keluarga menjelajahi lebih jauh danau ini. Tawar-menawar untuk menyewa perahu biasa dilakukan pengunjung agar mendapatkan harga yang tidak terlalu mahal.
Jika Anda tidak mau terlalu jauh dari tepi pantai, menggowes sepeda air cukup menarik untuk dicoba. Atau Anda dapat sekedar duduk-duduk menikmati ketenangan air danau di tempat-tempat yang telah disediakan.
Jika Anda menyewa perahu, Anda dapat mengunjungi sebuah pulau yang ada di tengah danau ini. Pulau yang tidak terlalu besar ini ditumbuhi pohon-pohon dengan daun yang rindang, jadi Anda dapat beristirahat atau tidur sejenak di pulau yang tenang ini.
Batu Cinta
Yang juga menjadi favorit di tempat ini adalah lokasi Batu Cinta. Sebuah lokasi yang berada di tengah danau dengan sebuah batu besar yang menjadi panandanya. Batu inilah yang disebut dengan Batu Cinta.
Batu Cinta berasal dari sebuah legenda Jawa Barat. Di tempat inilah Ki Santang dan Dewi Rengganis, sepasang kekasih yang harus melewati perjalanan sulit dalam percintaan mereka, akhirnya bertemu kembali di tempat ini, setelah sebelumnya terpisah. Air yang mengisi danau ini menurut mitos masyarakat Patengan berasal dari deraian air mata kedua manusia tersebut.
Itu sebabnya beberapa orang juga menyebut Situ Patenggang sebagai Situ Penganten. Kisah ini dapat Anda baca pada sebuah lukisan bergambar panorama Situ Patengan yang berada di lokasi Batu Cinta. Masyarakat setempat juga percaya bahwa jika mengunjungi Batu Cinta bersama pasangan, maka hubungan pasangan tersebut akan langgeng.
Patenggang memang sebuah danau yang menarik untuk dikunjungi. Anda bisa mendapat berbagai cerita menarik setelah mengunjungi danau ini. Keindahan dan kesejukan alamnya, membuat Anda kembali segar.
Bandung Selatan menyimpan beberapa obyek wisata alam yang indah. Kawah Putih yang eksotis dan Situ Patenggang yang tenang dengan Batu Cinta yang melegenda di Jawa Barat. Anda dapat mengunjungi kedua wisata ini sekaligus karena letaknya yang berdekatan.
Rabu, 02 April 2014
WISATA GUCI TEGAL
SEJARAH
Guci terletak di kaki Gunung Slamet bagian Utara, dengan ketinggian sekitar 1.500 meter dari permukaan air laut mempunyai udara yang sejuk dengan suhu sekitar 20 derajat celcius.
Cerita tentang GUCI berawal dari sebuah pedukuhan yang bernama Kaputihan. Kaputihan berarti yang belum tercemar atau masih suci, yang berarti daerah Kaputihan belum tercemar oleh agama dan peradaban lain. Istilah Kaputihan pertama kali yang memperkenalkan adalah Beliau yang dikenal dengan Kyai Ageng Klitik (Kyai Klitik) yang nama sesungguhnya adalah Raden Mas Arya Hadiningrat asal dari Demak. Setelah Beliau Kyai Klitik menetap dan tinggal cukup lama di Lereng Gunung Slamet (kampung Kaputihan) maka banyak warga yang berdatangan dari tempat lain sehingga kampung Kaputihan menjadi ramai. Suatu ketika datanglah Syech Elang Sutajaya utusan Sunan Gunungjati (Syeh Syarief Hidayatulloh) dari pesantren Gunungjati Cirebon untuk syiar islam.
Dan kebetulan di kampung Kaputihan sedang terjadi pagebluk (bencana alam, penyakit merajalela, tanaman diserang hama dsb), sehingga Beliau Elang Sutajaya memohon petunjuk kepada Alloh SWT dengan semedi kemudian Alloh SWT member petunjuk, supaya masyarakat kampung Kaputihan meningkatkan iman dan taqwanya kepada Alloh SWT dengan menggelar tasyakuran, memperbanyak sedekah dan yang terkena wabah penyakit khususnya gatal-gatal agar meminun air dari kendi (Guci) yang sudah dido’akan oleh Sunan Gunungjati. Dalam kesempatan itu pula Sunan Gunungjati berkenan mendo’akan sumber air panas di kampong Kaputihan agar bisa dipergunakan untuk menyembuhkan segala penyakit. Semenjak itu karena kendi (guci) berisi air yang sudah dido’akan oleh Sunan Gunungjati ditinggal dikampong Kaputihan dan selalu dijadikan sarana pengobatan. Maka sejak saat itu masyarakat sekitar menyebut-nyebut Guci-guci. Sehingga Kyai Klitik selaku Kepala Dukuh Kaputihan Merubahnya menjadi Desa Guci, dan Beliau sebagai Lurah pertamanya.
Guci peninggalan Elang Sutajaya itu berada di Musium Nasional setelah pada pemerintahan Adipati Brebes Raden Cakraningrat membawanya ke Musium.
Sumber : Dinas Pariwisata & Budaya Kab. Tegal.
AKSES
Dari arah Semarang, pengunjung dapat menggunakan bus jurusan Semarang-Tegal. Setelah sampai di Terminal Tegal, pengunjung dapat melanjutkan perjalanan dengan menggunakan angkutan umum (minibus) menuju Desa Tuwel yang memakan waktu sekitar 30 hingga 45 menit. Dari Tuwel, perjalanan dilanjutkan dengan kendaraan bak terbuka menuju Guci. Dengan kendaraan tersebut, perjalanan sekitar 30 menit dengan ongkos Rp 5.000 akan mengantar pengunjung sampai tempat wisata GUCI.
FASILITAS UMUM
A. Pemandian Air panas terbuka :
• Pancuran 13
• Pancuran 7
• Pancuran 5
• Kolam renang (Duta Wisata, Barokah, Mega indah)
B. Pemandian Air panas tertutup :
• Ada 20 kamar tertutup
C. Wisata alam :
• Out bound
• Wana wisata
• Pendakian bukit perkasa
D. Kuda wisata :
OW Guci ada 43 kuda wisata terlatih
E. Hotel :
Jumlah Hotel di Obyek Wisata Guci :
• Hotel Duta Wisata
• Hotel Mega indah
• Hotel Brahma Lestari
• Hotel Bukit Indah
• Hotel Permata hijau
• Hotel Guci Mas
• Hotel Guci kencana
• Hotel Janoko
F. Villa
Ada 14 Villa di OW Guci
G. Pondok Wisata
Yang dimaksud Pondok wisata adalah Rumah penduduk yang disewakan untuk pengunjung (data terlampir) yang telah mendapat izin oleh UPTD pengelola OW Guci.
H. Kios souvenir
Disediakan Cinderamata produksi hasil Home industry masyarakat Desa Guci yaitu, manisan ciremai, papaya, Jus strawberry, dll.
I. Agro Wisata
Di Obtek Wisata Guci ada berbagai tanaman yaitu :
• Kebun strawberry
• Kebun wortel
• Kebun kubis
J. Air Terjun dan Mata air :
• Air terjun Jedor
• Air terjun sruwit
• Air terjun sigedong
• Air terjun pengantaian
• Air terjun kembar
• Air terjun awu
• Air terjun capit urang
K. Mata Air (TUK) :
• Tuk vagina
• Tuk sengang
• Tuk konyal
• Tuk kesepuhan
• Tuk pengasihan
• Tuk teyeng
FASILITAS SOSIAL
1. Musholla
2. WC/ Toilet
3. Parkir
Ada 3 tempat, yaitu :
• Pasar (khusus kendaraan besar)
• Terminal atas (untuk kendaraan kecil)
• Terminal bawah (untuk kendaraan truk/Bus)
Guci terletak di kaki Gunung Slamet bagian Utara, dengan ketinggian sekitar 1.500 meter dari permukaan air laut mempunyai udara yang sejuk dengan suhu sekitar 20 derajat celcius.
Cerita tentang GUCI berawal dari sebuah pedukuhan yang bernama Kaputihan. Kaputihan berarti yang belum tercemar atau masih suci, yang berarti daerah Kaputihan belum tercemar oleh agama dan peradaban lain. Istilah Kaputihan pertama kali yang memperkenalkan adalah Beliau yang dikenal dengan Kyai Ageng Klitik (Kyai Klitik) yang nama sesungguhnya adalah Raden Mas Arya Hadiningrat asal dari Demak. Setelah Beliau Kyai Klitik menetap dan tinggal cukup lama di Lereng Gunung Slamet (kampung Kaputihan) maka banyak warga yang berdatangan dari tempat lain sehingga kampung Kaputihan menjadi ramai. Suatu ketika datanglah Syech Elang Sutajaya utusan Sunan Gunungjati (Syeh Syarief Hidayatulloh) dari pesantren Gunungjati Cirebon untuk syiar islam.
Dan kebetulan di kampung Kaputihan sedang terjadi pagebluk (bencana alam, penyakit merajalela, tanaman diserang hama dsb), sehingga Beliau Elang Sutajaya memohon petunjuk kepada Alloh SWT dengan semedi kemudian Alloh SWT member petunjuk, supaya masyarakat kampung Kaputihan meningkatkan iman dan taqwanya kepada Alloh SWT dengan menggelar tasyakuran, memperbanyak sedekah dan yang terkena wabah penyakit khususnya gatal-gatal agar meminun air dari kendi (Guci) yang sudah dido’akan oleh Sunan Gunungjati. Dalam kesempatan itu pula Sunan Gunungjati berkenan mendo’akan sumber air panas di kampong Kaputihan agar bisa dipergunakan untuk menyembuhkan segala penyakit. Semenjak itu karena kendi (guci) berisi air yang sudah dido’akan oleh Sunan Gunungjati ditinggal dikampong Kaputihan dan selalu dijadikan sarana pengobatan. Maka sejak saat itu masyarakat sekitar menyebut-nyebut Guci-guci. Sehingga Kyai Klitik selaku Kepala Dukuh Kaputihan Merubahnya menjadi Desa Guci, dan Beliau sebagai Lurah pertamanya.
Guci peninggalan Elang Sutajaya itu berada di Musium Nasional setelah pada pemerintahan Adipati Brebes Raden Cakraningrat membawanya ke Musium.
Sumber : Dinas Pariwisata & Budaya Kab. Tegal.
AKSES
Dari arah Semarang, pengunjung dapat menggunakan bus jurusan Semarang-Tegal. Setelah sampai di Terminal Tegal, pengunjung dapat melanjutkan perjalanan dengan menggunakan angkutan umum (minibus) menuju Desa Tuwel yang memakan waktu sekitar 30 hingga 45 menit. Dari Tuwel, perjalanan dilanjutkan dengan kendaraan bak terbuka menuju Guci. Dengan kendaraan tersebut, perjalanan sekitar 30 menit dengan ongkos Rp 5.000 akan mengantar pengunjung sampai tempat wisata GUCI.
FASILITAS UMUM
A. Pemandian Air panas terbuka :
• Pancuran 13
• Pancuran 7
• Pancuran 5
• Kolam renang (Duta Wisata, Barokah, Mega indah)
B. Pemandian Air panas tertutup :
• Ada 20 kamar tertutup
C. Wisata alam :
• Out bound
• Wana wisata
• Pendakian bukit perkasa
D. Kuda wisata :
OW Guci ada 43 kuda wisata terlatih
E. Hotel :
Jumlah Hotel di Obyek Wisata Guci :
• Hotel Duta Wisata
• Hotel Mega indah
• Hotel Brahma Lestari
• Hotel Bukit Indah
• Hotel Permata hijau
• Hotel Guci Mas
• Hotel Guci kencana
• Hotel Janoko
F. Villa
Ada 14 Villa di OW Guci
G. Pondok Wisata
Yang dimaksud Pondok wisata adalah Rumah penduduk yang disewakan untuk pengunjung (data terlampir) yang telah mendapat izin oleh UPTD pengelola OW Guci.
H. Kios souvenir
Disediakan Cinderamata produksi hasil Home industry masyarakat Desa Guci yaitu, manisan ciremai, papaya, Jus strawberry, dll.
I. Agro Wisata
Di Obtek Wisata Guci ada berbagai tanaman yaitu :
• Kebun strawberry
• Kebun wortel
• Kebun kubis
J. Air Terjun dan Mata air :
• Air terjun Jedor
• Air terjun sruwit
• Air terjun sigedong
• Air terjun pengantaian
• Air terjun kembar
• Air terjun awu
• Air terjun capit urang
K. Mata Air (TUK) :
• Tuk vagina
• Tuk sengang
• Tuk konyal
• Tuk kesepuhan
• Tuk pengasihan
• Tuk teyeng
FASILITAS SOSIAL
1. Musholla
2. WC/ Toilet
3. Parkir
Ada 3 tempat, yaitu :
• Pasar (khusus kendaraan besar)
• Terminal atas (untuk kendaraan kecil)
• Terminal bawah (untuk kendaraan truk/Bus)
Berwisata di Senggigi, Lombok
Senggigi adalah pusat pariwisata di Lombok yang terletak di Lombok Barat. Lokasinya berada diantara lembah dan menghadap langsung ke laut sehingga view/pemandangannya sangat indahdan unik. Selain itu, Senggigi juga sangat terkenal dengan pantainya yang memiiki pasir putih dan air lautnya yan jernih. Karena telah banyak wisatawan yang berkunjung ke Senggigi dan menjadi tempat favorit wisata di Pulau Lombok maka sudah banyak fasilitas yang dapat Anda temui di tempat ini mulai akomodasi, dari hotel melati, bungalow, hotel yang berbintang, butik dan lain-lain
Berlibur Ke Senggigi
Untuk menuju Senggigi, Anda harus menuju ke arah barat, sekitar 8 km dari bandara Selaparang Mataram. Dalam perjalanan, anda akan banyak menjumpai transportasi tradisional Kota Mataran yang biasa di sebut Cidomo di sudut-sudut kota yang belum terjangkau oleh kendaraan roda empat. Anda juga akan melewati pasar tradisional Ampenan (Kebon Roek), pasar ini adalah pasar yang terdekat dari daerah senggigi dan sekitarnya.
Setelah menempuh perjalanan 15 menit anda akan mulai menempuh jalur yang berkelok dan hawa laut karena jalan yang anda lalui dekat dengan laut, anda akan melintasi Makam Keramat, tempat yang bagus untuk berfoto dengan latar belakang laut. Setelah itu, Anda juga akan melintasi sebuah pura di yang menjorok ke laut yaitu Pura Batu Bolong. Setelah melewati Pura Batu Bolong anda akan langsung masuk ke wilayah Senggigi yang terkenal dengan pasir putihnya. Jika anda mempunyai waktu anda bisa meneruskan perjalan melewati senggigi ke Desa Mangsit di sini akan kagum melihat pemandangan laut yang cantik dengan pohon kelapa sebagai penghiasnya, saran kami jangan lupa abadikan perjalan anda.
Jalan-Jalan ke Sekitar Objek Wisata
Jika anda berminat jalan-jalan di pintu bandara kedatangan ada bisa menjumpai konter-konter informasi yang menyediakan paket wisata. Dan bila anda berminat untuk jalan-jalan sendiri menggunakan taksi ada dua pilihan yaitu dengan Lombok Taksi ( Tlp. 627000 ) atau Lendang Express taksi ( Tlp. 644444 )
Ada banyak kegiatan yang dapat anda lakukan untuk melengkapi liburan anda dengan menggunakan pemandu-pemandu wisata setempat yang bisa anda percaya dan anda bisa menyewa mobil lengkap dengan sopirnya atau sepeda motor yang merupakan alternatif lain untuk menikmati keindahan pulau dari sudut yang lain.
Ada banyak kegiatan yang dapat anda lakukan untuk melengkapi liburan anda dengan menggunakan pemandu-pemandu wisata setempat yang bisa anda percaya dan anda bisa menyewa mobil lengkap dengan sopirnya atau sepeda motor yang merupakan alternatif lain untuk menikmati keindahan pulau dari sudut yang lain.
Restoran dan Jajanan
Jika anda menyukai makanan seperti Pizza Itali yang di buat dari kayu bakar maka tidak ada salahnya anda mencoba di Cafe Alberto yang berlokasi di sebelah timur Senggigi dan Cafe Lotus yang berlokasi di Pasar Seni yang langsung berhadapan dengan pantai.
Untuk makanan lokal anda bisa mencicipi masakan Cak Poer yang buka dari jam 19.00 PM sampai larut yang berlokasi di samping Kantor Pos depan Bank BNI. Dan untuk makanan 24 jam anda bisa datang ke Rumah Padang yang berlokasi di depan Taman Restaurant.
Bagi anda yang ingin mencicipi makanan di ala kaki lima, banyak juga terdapat warung-warung pinggir jalan. Anda bisa memilih sesuai selera karena disini terdapat banyak pilihan dengan tempat yang bersih dan suasana cukup nyaman.
Kehidupan Malam di Senggigi
Di Senggigi juga banyak terdapat tempat hiburan, sebagian hotel-hotel juga memanjakan tamu mereka dengan live musik atau musik akustik dari penyanyi setempat. Dan untuk diskotik, anda bisa mencoba Marina Pub, Sahara, Gosip dan Lian. Bila sudah larut malam banyak restaurant yang mempunyai fasilitas live music seperti Papaya restaurant, Happy Cafe Restaurant dan lain-lain.Sarana umum dan Informasi
Jika anda membutuhkan sarana informasi seperti ingin bersurat, anda bisa menemukan Kantor Pos yang berlokasi di sebelah Lombok Intan Village Hotel. Di sekitar sini, banyak yang menawarkan jasa pelayanan serta pernak pernik untuk oleh-oleh. Di sebelah Puri Saron Hotel Kerandangan juga terdapat puskesmas serta Puskesmas Meninting yang berjarak 10 menit dari Senggigi menggunakan kendaraan umum atau pribadi.
Untuk Bank dan ATM, anda bisa menjumpainya di deretan mini market depan kantor pos dan ATM. Banyak tempat ATM yang bisa Anda gunakan disini seperti ATM BCA, ATM BNI, ATM MANDIRI.
Kantor Polisi terletak di pasar seni dekat dengan hotel Sheraton Senggigi, untuk layanan telepon anda bisa mengunjungi wartel Millennium Intertnet sekaligus bagi anda yang berminat untuk mencari warnet dan Hotspot voucher bagi yang membawa laptop. Dan bagi anda yang membawa Hp jangan kawatir banyak konter-konter pengisian pulsa tersedia sepanjang jalan Senggigi.
Untuk Bank dan ATM, anda bisa menjumpainya di deretan mini market depan kantor pos dan ATM. Banyak tempat ATM yang bisa Anda gunakan disini seperti ATM BCA, ATM BNI, ATM MANDIRI.
Kantor Polisi terletak di pasar seni dekat dengan hotel Sheraton Senggigi, untuk layanan telepon anda bisa mengunjungi wartel Millennium Intertnet sekaligus bagi anda yang berminat untuk mencari warnet dan Hotspot voucher bagi yang membawa laptop. Dan bagi anda yang membawa Hp jangan kawatir banyak konter-konter pengisian pulsa tersedia sepanjang jalan Senggigi.
Kamis, 27 Maret 2014
FIR GOA BEACHES
New Hope In Goa Beach Fir
| Name | : | Fir Goa beaches |
| Contact | : | |
| Address | : | Hamlet Patehan, Gadingsari Sanden, Bantul Sub-district |
YOGYA known as one tourist destination in Indonesia. Not only
roomates cultural tourism offers valuable but also has a natural beauty
one charming beach resort. If you want to enjoy the beach resort
different atmosphere, try to come to Goa Beach Fir located in Hamlet
Patehan, Gadingsari District Sanden, Bantul Regency of Yogyakarta Special Region of.
This beach is arguably the new Because recently opened as a tourist attraction. However
the make no mistake, has completed a number of supporting facilities such as road asphalt beach
smooth, signposts, gazebo dining and other common facilities.
Fir Goa beach was interesting to also serve as a family tourist
meetings under the shade of pine trees. Because Goa called Fir
along this coast shrimp overgrown evergreen hedge trees (casuarina equessetifolia) that make up the aisle in the middle looks like a cave.
Surrounding communities who named this beach with Goa Fir Because since the beginning
they have to have awareness of maintaining the beach environment by planting and
treating spruce shrimp useful to Prevent abrasion.
Upon entering the parking area of Pine Beach Goa, visitors will immediately encounter
lush spruce shrimp very shady. Truly unique sights of Thousands of trees
This evergreen forms a natural shade. Plus the beach breeze gentle
make people linger at the beach. Sitting grounded mat or in
gazebos scattered among shady pine trees, visitors can
mingle with the family while off fatigue. All the places to eat are made from
bamboo material that displays a traditional atmosphere. Environment that is
beautiful and clean to the make at home.
Not only offering shade, Goa Beach Fir tourists also simultaneously
can a make an effort to save the environment in the form of an auction for adoption turtle
the which will be released into the sea. This activity aims to raise awareness
people to love the turtle habitat. adoption fee hatchlings (baby sea turtles) will
used for the breeding and management of sea turtles.
So there's nothing wrong if we occasionally visited the coast to Goa Fir
feel the atmosphere of the beach are 'different' as well as to support the Efforts
saving the environment. Hopefully all the new Goa beach parties would Fir
like other developing coastal tourism in Yogya is already global.
Kamis, 13 Maret 2014
Wisata Kawah Putih Ciwindey Bandung
Tempat Wisata Kawah Putih Ciwidey Bandung - yoshiewafa - Merupakan sebuahobjek wisata bandung yang menjadi salah satu tempat terfavorit dan sudah terkenal di kalangan para pelancong yang bertujuan wisata ke Bandung. Sebuah objek wisata yang mempunyai keindahan alam yang sangat mempesona dan tidak mudah untuk di temukan di daerah lain.
Kawah putih di bandung berlokasi di Jl. Raya Soreang Ciwidey 25 km dari Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Lebih lengkapnya di Jalan Kawah Putih Ciwidey Bandung Jawa Barat, Pulau Jawa, Indonesia. Akses untuk menuju tempat wisata kawah putih Bandung ini terbilang sangat mudah, dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan umum ataupun menggunakan kendaraan milik sendiri roda dua dan empat.
Banyak jalan untuk menuju tempatwisata di bandung selatan Kawah Putih yang dapat di tempuh kendaraan roda dua atau roda empat. Untuk Anda yang menggunakan kendaraan pribadi rute alternatif menuju kawasan wisata kawah putih adalah melalui tol Buah batu - Bojongsoang - Dayeuhkolot - Banjaran Soreang Ciwidey. Untuk lebih lengkapnya tentang jalan lain / alternatif jalan menuju ke Kawah Putih Bandung.
Berikut ini adalah petunjuk lengkap rute Jalan untuk menuju ke Objek wisata Kawah Putih Bandung melwati gerbang Tol Buah Batu Bandung.
1. Ke arah selatan di Jalan Terusan Buah Batu menuju Jalan Adhyaksa Raya 400 m
2. Terus ke Jalan Raya Bojongsoang 2,9 km
3. Belok kiri menuju Jalan Raya Dayeuhkolot 700 m
4. Belok sedikit ke kanan menuju Jalan Raya Banjaran 1,1 km
5. Terus ke Jalan Banjaran Raya 3,6 km
6. Belok kanan menuju Jalan Bojong Waru - Bojong Malaka 150 m
7. Belok kiri menuju Jalan Bojong Pulus - Sukasari 1,4 km
8. Terus ke Jalan Kampung Rancaenggang 400 m
9. Terus ke Jalan Kampung Kalapatilu 650 m
10. Belok kiri menuju Jalan Rancatungku 1,1 km
11. Belok kanan menuju Jalan Sukamaju 400 m
12. Belok kiri menuju Jalan Gandasoli 2,0 km
13. Belok kiri menuju Jalan Gandasoli 350 m
14. Belok kanan untuk tetap di Jalan Gandasoli 250 m
15. Belok kanan menuju Jalan Gandasari 800 m
16. Belok sedikit ke kiri menuju Jalan Raya Soreang 3,2 km
17. Belok kanan menuju Jalan Raya Soreang - Ciwidey 3,2 km
18. Terus ke Jalan Raya Ciwidey 9,8 km
19. Belok sedikit ke kiri menuju Jalan Ciwidey - Rancabali 4,2 km
20. Terus ke Jalan Ciwidey - Babakan Jampang 1,0 km
21. Terus ke Jalan Babakan Jampang - Cibuni 4,7 km
22. Belok kiri menuju Jalan Kawah Putih 190 m
23. Belok sedikit ke kanan untuk tetap di Jalan Kawah Putih 5,3 km
Kawah putih di bandung berlokasi di Jl. Raya Soreang Ciwidey 25 km dari Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Lebih lengkapnya di Jalan Kawah Putih Ciwidey Bandung Jawa Barat, Pulau Jawa, Indonesia. Akses untuk menuju tempat wisata kawah putih Bandung ini terbilang sangat mudah, dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan umum ataupun menggunakan kendaraan milik sendiri roda dua dan empat.
![]() |
| Wisata Kawah Putih Bandung |
Banyak jalan untuk menuju tempatwisata di bandung selatan Kawah Putih yang dapat di tempuh kendaraan roda dua atau roda empat. Untuk Anda yang menggunakan kendaraan pribadi rute alternatif menuju kawasan wisata kawah putih adalah melalui tol Buah batu - Bojongsoang - Dayeuhkolot - Banjaran Soreang Ciwidey. Untuk lebih lengkapnya tentang jalan lain / alternatif jalan menuju ke Kawah Putih Bandung.
Berikut ini adalah petunjuk lengkap rute Jalan untuk menuju ke Objek wisata Kawah Putih Bandung melwati gerbang Tol Buah Batu Bandung.
1. Ke arah selatan di Jalan Terusan Buah Batu menuju Jalan Adhyaksa Raya 400 m
2. Terus ke Jalan Raya Bojongsoang 2,9 km
3. Belok kiri menuju Jalan Raya Dayeuhkolot 700 m
4. Belok sedikit ke kanan menuju Jalan Raya Banjaran 1,1 km
5. Terus ke Jalan Banjaran Raya 3,6 km
6. Belok kanan menuju Jalan Bojong Waru - Bojong Malaka 150 m
7. Belok kiri menuju Jalan Bojong Pulus - Sukasari 1,4 km
8. Terus ke Jalan Kampung Rancaenggang 400 m
9. Terus ke Jalan Kampung Kalapatilu 650 m
10. Belok kiri menuju Jalan Rancatungku 1,1 km
11. Belok kanan menuju Jalan Sukamaju 400 m
12. Belok kiri menuju Jalan Gandasoli 2,0 km
13. Belok kiri menuju Jalan Gandasoli 350 m
14. Belok kanan untuk tetap di Jalan Gandasoli 250 m
15. Belok kanan menuju Jalan Gandasari 800 m
16. Belok sedikit ke kiri menuju Jalan Raya Soreang 3,2 km
17. Belok kanan menuju Jalan Raya Soreang - Ciwidey 3,2 km
18. Terus ke Jalan Raya Ciwidey 9,8 km
19. Belok sedikit ke kiri menuju Jalan Ciwidey - Rancabali 4,2 km
20. Terus ke Jalan Ciwidey - Babakan Jampang 1,0 km
21. Terus ke Jalan Babakan Jampang - Cibuni 4,7 km
22. Belok kiri menuju Jalan Kawah Putih 190 m
23. Belok sedikit ke kanan untuk tetap di Jalan Kawah Putih 5,3 km
Selasa, 10 September 2013
Air Terjun Lae Une
Alam adalah anugrah Tuhan yang tiada terhingga kepada Kabupaten
Pakpak Bharat. Dengan iklim tropis yang lebih 87 % wilayahnya adalah
hutan dan kontur tanah yang berbukit-bukit serta terletak di ketinggian
250 s/d 1.400 meter di atas permukaan laut mampu menjaga kestabilan suhu
pada kisaran 18°C-28° C. Selain sangat efektif untuk tanaman pertanian
komoditas tertentu dan merupakan unggulan Kabupaten Pakpak Bharat, alam
juga menawarkan pesona keindahan yang tiada tara.
Keindahan alam di Kabupaten Pakpak Bharat salah satunya ada pada air
terjun yang terdapat di desa Kecupak I Kecamatan Pergetteng-getteng
Sengkut yang dikenal dengan nama Air Terjun Lae Une dan di desa Prongil
Kecamatan Tinada yaitu Air Terjun Lae Mbilulu. Bupati Pakpak Bharat,
Remigo Yolando Berutu, MBA, telah menyatakan akan tetap berkomitmen
untuk membenahi objek wisata ini dan nantinya akan dikelola secara
profesional dengan perencanaan yang matang tentunya.
Untuk merealisasikan hal tersebut serta demi menambah jumlah
wisatawan yang akan berkunjung ke sana, Dinas Kebudayaan, Pariwisata,
Perhubungan, Pertamanan dan Kebersihan (Disbudparhubmansih) Pemerintah
Kabupaten Pakpak Bharat berusaha meningkatkan sarana dan prasarana
menuju ke lokasi. Hal ini meliputi prasarana jalan menuju ke lokasi air
terjun, pembuatan shelter atau tempat untuk bersantai dan menikmati pemandangan air terjun serta sarana pendukung lainnya seperti kamar mandi dan gazebo, yang ke semuanya akan dilaksanakan pada tahun ini dengan menggunakan anggaran yang bersumber dari APBD Kabupaten Pakpak Bharat.
Kepala Disbudparhubmansih, Mester Padang, S.Pd menyampaikan bahwa
seluruh program ini dilakukan secara berkesinambungan dan bertahap serta
dalam penggunaan anggaran akan dilakukan seefektif mungkin sesuai
dengan skala prioritas yang ditetapkan. “Kedua air terjun ini adalah
Daerah Tujuan Wisata (DTW) unggulan Kabupaten Pakpak Bharat. Dengan
pembenahan ini nantinya, pesona kedua air terjun tersebut menjadi
menarik karena didukung sarana dan prasarana yang memadai sehingga
kekayaan alam tersebut tidak tersia-siakan dan mampu dinikmati semua
orang serta menjadi potensi daerah yang termanfaatkan”, ujar Mester
Padang sambil menutup pembicaraan.
Senin, 09 September 2013
Tempat Obyek Wisata Bandung
Wisata Air Terjun Maribaya Lembang Bandung
Lokasi : Bandung UtaraJarak : +/- 15 km dari Bandung
Wisata : Air Terjun, Tracking
Rekomendasi : Sedang
---------------
Maribaya adalah daerah tujuan wisata di Bandung sebelah utara, sekitar 15 km dari kota Bandung atau 5 km dari arah Timur Lembang. Untuk mencapai daerah wisata Maribaya dapat ditempuh dengan dua cara. Pertama melalui Lembang dengan naik angkot ke arah Maribaya.
Kedua, jika anda gemar tracking, Maribaya dapat ditempuh dari Dago, tepatnya Taman Hutan Raya Djuanda.
Jika Anda dari Lembang, bisa langsung naik angkut ke arah Maribaya, atau bisa juga bawa mobil. Perjalanan ke Maribaya merupakan arah timur Lembang. Setelah melawati jalan kurang lebih 5 km anda akan sampai di jembatan Maribaya. Tempatnya rindang. Selanjutnya anda bisa beli tiket dan masuk ke area wisata Maribaya.
Sesampainya di Maribaya, anda bisa lihat iru terjun dan menimati dinginnya Maribaya sembari makan jagung bakar atau ketan bakar. Tempat ini sangat cocok buat rehat bersama keluarga, lokasinya dingin, sejuk dan dibawah rindangnya vegetasi Maribaya.
Jika Anda ingin trackin ke Maribaya, Anda bisa lewat Taman Hutan Raya Djuanda yang dapat kita tempuh dari Dago / Bandung Utara.
Sesampai di Taman Hutan raya, anda bisa beli tiket lalu masuk ke taman Djuanda. Perjalanan berikutnya anda lewat gua Belanda dan Jepang. Setelah tembush melewati jalan setapak, maka anda akan disuguhi perjalanan indah dengan menapaki jalan setapak.
Track ini sangat ramai jika di hari sabu dan minggu atau hari libur lainnya. Banyak keluarga melakukan tracking ke Maribaya.
Sesampai di Maribaya bisa rekreasi disana dan balik lagi dengan naik ojek sekitar 10-15 ribu dari arah maribaya ke taman Djuanda.
Pintu Gerbang Taman Hutan Raya Djuanda,
Sangat Nyaman buat rekreasi keluarga.
Hutan perdu yang akan kita jumpai saat tracking ke Maribaya lewat taman Djuanda
Masuk ke gua Belanda dan Jepang. Tempat ini merupakan bekas peninggalan jaman Belanda dan Jepang. Di temmpat tersebut kita bisa masuk kedalam, jangan lupa bawa senter atau sewa senter ke Mang yang nyewakan disana...
Jalur trakingnya cukup rapi, bisa naik sepeda disini...
Sungai yang mengaliri air terjun Maribaya, masih jernih dari Bukit Unggull...
Ini dia air terjunnya, gemericik air ditengah dinginnya Bandung Utara, bikin asyikk...
Jembatan Maribaya,
Dari jembatan ini kita bisa lihat air terjun Maribaya...
Rehat dulu di tugu Maribaya bersama kawan2..
Asyik sekali...
Mengamati aliran air yang gemericik...
Jangan lupa,
Kalau pulang lewat Lembang, beli susu segarrr...
Buat oleh-oleh keluarga..
Selamat Menikmati indahnya alam Maribaya...
Salam,
Minggu, 08 September 2013
Wisata Gunung Semeru
Gunung semeru
yang terkenal dengan puncak Mahameru nya, merupakan Gunung berapi yang
masih aktif, tinggi dari gunung semeru sekitar 3.676 m diatas permukaan
laut. Tinggi sekali bukan. Secara geografis gunung ini terletak di
antara wilayah Kabupaten Lumajang dan Malang, dengan posisi antara 8°06' LS dan 120°55' BT.
Untuk menaiki (pergi-pulang)
gunung tertinggi di pulau jawa ini kita memerlukan waktu kurang lebih 4
hari perjalanan. kalau kita hitung dari pusat kota lumajang setelah
dua puluh menit perjalanan kita akan sampai di desa senduro lalu
selanjutnya kita akan melewati hutan yang sangat lebat. Keluar dari
hutan kita akan memasuki desa Ranu Pani, di sinilah letak pos pendakian
berada. disini kita di wajibkan untuk membuat surat ijin pendakian
beserta berkas yang melengkapinya seperti asuransi jiwa. setelah itu
yang perlu kita siapkan adalah mental dan tenaga untuk menaklukkan Gunung Semeru.
jika terdapat ketidak siapan dari pendaki, Petugas di pos juga
memperbolehkan untuk istirahat atau menginap di pos terlebih dahulu.
O,y. di desa Ranu Pani ini terdapat du danau yang sangat indah, yaitu
Danau Ranu Pani dan Danau Ranu Regulo.
Awal dari jalur pendakian Gunung Semeru kita akan melihat gapura
selamat datang, disini Anda teruslah mengikuti jalan yang sudah di
sediakan oleh para petugas, memang ada dua jalur yang bisa digunakan
tapi Saya menyarankan untuk
memakai jalur yang aman saja. soalnya jalur yang satu lagi sangat curam
sekali, jalur ini biasa di gunakan oleh pendaki lokal saja. Hati-hati
anda dalam melakukan perjalanan selain tidak ada penunjuk arah banyak juga terdapat pohon-pohon tumbang dan ranting-ranting.
Kelelahan Anda setelah berjalan 8,5 km akan terobati setelah melihat pemandangan elok nan indah dari Danau Ranu Kumbolo.
![]() |
| Ranu Kumbolo, Lumajang-Jatim |
Perjalanan selanjutnya adalah menuju arah kali mati, kali mati merupakan padang rumput luas di tepi hutan cemara, sehingga banyak tersedia ranting untuk membuat api unggun. disini juga biasanya di pakain para pendaki untuk istirahat sejenak. sedikit perjalanan lagi Anda akan sampai di Arcopodo.
Dari Arcopodo menuju Puncak Mahameru diperlukan waktu 3 sampai 4 jam, melewati bukit pasir yang sangat curam dan mudah merosot. Sebagai panduan perjalanan Anda, di jalur ini juga terdapat beberapa bendera segitiga kecil berwarna merah. Semua barang bawaan sebaiknya tinggal di Arcopodo atau di Kalimati. Pendakian menuju puncak dilakukan pagi-pagi sekali sekitar pukul 02.00 pagi dari Arcopodo. Karena Jika di lakukan siang hari angin cenderung ke arah utara menuju puncak membawa gas beracun dari Kawah Jonggring Saloko.
Sesampainya di Puncak Mahameru anda akan melihat Kawah jonggring saloko, itu pertanda jika Anda sudah menaklukan Gunung Semeru yaitu Gunung Tertinggi di Pulau Jawa.
Senin, 03 Juni 2013
syi'ir Abdurrahman Wahid (Gus Dur)
syi'ir Abdurrahman Wahid (Gus Dur)
Astaghfirullah rabbal baraayaa
Astaghfirullah minal khathaya
Robbi zidni 'ilman nafi'a
Wawafiqni 'amalan solihaa
Yaa rasulallah salamun 'alaik
Yaa rofi'asyaani waddaraji
'Athfatayaji rotal 'alami
Yaa uhailajudi wal karomi
Ngawiti ingsun marang syi'iran
kalawan muji marang pangeran
kang paring rohmat lan kanikmatan
rino wengine tanpo pitungan 2x
Duh bolo konco priyo wanito
ojo mung ngaji
Senin, 20 Mei 2013
Wisata Pantai Parangtritis Yogyakarta
Pantai Parangtritis terletak di pesisir
selatan Kota Yogyakarta, pantai ini selalu menempati peringkat paling
atas dalam rating kunjungan wisata pantai dibandingkan dengan
pantai-pantai lainnya di Jogja , hal ini karena lokasi pantai yang tidak
terlalu jauh dari kota sehingga sangat mudah sekali dicapai hanya dalam
waktu satu jam saja dari kota.
Rute Perjalanan Wisata Pantai Parangtritis Jogja
Pantai Parangtritis yang berjarak sekitar
28 km dari kota Jogja ini dapat dicapai melalui desa Kretek, yaitu desa
yang terletak dipinggir jalan Parangtritis. Saat posisi Anda keluar
dari kota, Anda ambil rute jalan melalui Jl. Parangtritis, ikuti arah
tersebut menuju ke selatan terus sampai ke Pantai Parangtritis. Rute ini
merupakan rute yang paling cepat dan lancar bagi para wisatawan yang
belum begitu mengenal seluk-beluk jalanan di Jogja.
Namun begitu, bagi Anda semua para
wisatawan yang ingin menikmati pemandangan yang berbeda dalam perjalanan
menuju ke Pantai Parangtrits, ada satu rute yang memiliki pemandangan
yang lumayan indah di sisi sebelah tenggara kota Jogja, rute tersebut
melalui jalan Imogiri dan melewati desa Siluk yang berada disisi sebelah
tenggara kota Jogja.
Mitos dan Sejarah Pantai Parangtritis Jogja
Para wisatawan yang perhatian akan
sejarah, pasti sudah mengetahui bahwa menurut cerita masyarakat dahulu
kala ada seorang yang melarikan diri dari Kerajaan Majapahit yang
bernama Dipokusumo. Pada saat dia akan bersemedi, dia melihat ada
tetesan air dari celah-celah batu karang, kata karang dalam bahasa jawa
dapat disebutkan dengan “parang” dan tetesan air tersebut bisa disebut
dengan kata “tumatitis”, sehingga lahirlah nama daerah itu dengan
sebutan Parangtritis yang berarti air yang menetes dari batu.
Pantai Parangtritis diyakini merupakan
perwujudan dari kesatuan trimurti untuk Daerah Istimewa Yogyakarta,
yaitu benda atau icon (sebenarnya tidak hanya sebuah icon, karena
istilah kesatuan trimurti ini sangat lekat dengan sisi mistis kota
Jogjakarta) yang terdiri dari Gunung Merapi, Keraton Jogja, dan Pantai
Parangtritis yang berada membentuk garis lurus dari utara ke selatan
daerah Jogja. Masyarakat setempat juga meyakini bahwa Pantai
Parangtritis merupakan bagian dari daerah kekuasaan Ratu Selatan yang
dikenal dengan nama Nyai Roro Kidul. Mitos yang berkembang, si Nyai Roro
Kidul ini menyukai benda-benda yang memiliki warna hijau, oleh karena
itu bagi para wisatawan yang berkunjung ke Pantai Parangtritis Jogja,
kadang ada semacam omongan atau saran seperti itu untuk tidak memakai
baju berwarna hijau, karena mereka khawatir bila seseorang memakai kaos
atau baju berwarna hijau, mereka bisa disukai oleh si Nyai Roro Kidul
dan ditarik ke laut untuk bergabung dengan prajurit atau bala tentara si
Nyai. Namun terlepas dari semua mitos yang ada, para wisatawan
pengunjung Pantai Parangtritis hendaknya mempersiapkan diri dan selalu
berhati-hati, karena ombak di pantai ini bisa dibilang sangat besar, dan
para pengunjung tidak diperkenankan untuk mandi di pantai ini karena
memang landscape pantai sangat curam dan sangat berbahaya. Disarankan
para wisatawan untuk mengikuti peringatan dan aturan oleh para penjaga
pantai karena selama ini memang ada saja korban jiwa yang telah
terenggut karena keganasan ombak pantai ini dan ketidakpatuhan para
pengunjung.
Selain sarat dengan kisah misteri Nyai
Roro Kidul, Pantai Parangtritis juga dikisahkan sebagai tempat
bertemunya Panembahan Senopati dengan Sunan Kalijaga sesaat setelah
Panembahan Senopati selesai menjalani pertapaan. Selain terkenal sebagai
tempat rekreasi, Parangtritis juga merupakan tempat keramat. Banyak
pengunjung yang datang untuk bermeditasi. Pantai ini merupakan salah
satu tempat untuk melakukan upacara Labuhan dari Kraton Jogjakarta.
Tiket Wisata Pantai Parangtritis Jogja
Tiket masuk kawasan wisata Pantai
Parangtritis Jogja yaitu hanya dengan Rp. 3000, – per orang ditambah
biaya asuransi sebesar Rp. 250, – per orang. Kemudian retribusi untuk
sepeda motor sebesar Rp. 500, -, mobil Rp. 1000, -, dan bus pariwisata
Rp. 2000, -.
Fasilitas Wisata Pantai Parangtritis Jogja
- Tempat penginapan
- Toko kerajinan
- Toko kelontong
- Lahan parkir yang luas
- Warung jajanan
- Persewaan kuda dan dokar Rp. 20.000
- Persewaan mobil ATV Rp 50.000 – Rp.100.000
Pantai ini memiliki pasir besi hitam yang
sangat melimpah pada daerah yang luas yang mmbentuk bukit-bukit kecil
dengan sedikit pepohonan, keunikan ini hanya ada di Pantai Parangtritis
Jogja dan sudah diakui di seluruh dunia.
Saat sudah berada di Pantai Parangtritis,
Anda dapat menemukan bukit kecil yang berada di sisi utara timur Pantai
Parangtritis. Sisi ini menawarkan pemandangan pantai yang menakjubkan
dari atas bukit. Anda dapat menikmati segarnya hembusan angin pantai
dengan menyantap hidangan atau jajanan dan manisnya es kelapa muda.
Jika Anda menginginkan medan yang lebih
menantang, Anda bisa juga mengungjungi Bukit Parangndog, yang terletak
di sebelah timur Pantai Parangtritis, pada perbatasan antara Kabupaten
Bantul dan Kabupaten Gunungkidul. Di Bukit Parangndog ini, terdapat
sebuah tempat yang dikhususkan untuk olahraga paralayang dan gantole.
Kawasan tersebut dapat dicapai melalui medan yang cukup berat, namun
bagitu jika Anda sudah sampai disana, Anda akan merasa semuanya terbayar
lunas dengan pemandangannya yang sangat strategis untuk mengamati
kesenduan saat melihat sang surya tenggelam.
Langganan:
Postingan (Atom)

















